Senin, 27 April 2015

Makalah BIMBINGAN TERHADAP MURID CEPAT BELAJAR



TUGAS KELOMPOK 9
BIMBINGAN TERHADAP MURID CEPAT BELAJAR
Makalah Untuk Tugas Presentasi Matakuliah Diagnosis kesulitan belajar
Dosen penganpu Ibu. Triani Ratnawuri,M.Pd




Oleh :
                              1.   Mega amelia                           NPM 11210055
                              2.   Nomi tisa dewi                       NPM 11210092
                              3.   Masrur rosadi                        NPM 11210089
                              4.   Mujib nurmayanto                NPM 11210090
                              5.   Tika susanti                           NPM11210072
                             

                                 
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO
2012/2013





BIMBINGAN TERHADAP MURID CEPAT BELAJAR

1.   Pengertian Murid Cepat Belajar
Murid yang cepat belajar adalah murid yang cepat sekali dalam menerima, memahami dan menguasai pelajaran yang diberikan kepadanya dengan prestasi yang baik sekali. Hasil prestasi yang baik itu bukan hanya pada mata pelajaran tertentu melainkan meliputi semua mata pelajaran. Sehingga hasil prestasi belajar yang dicapai dapat dilihat pada rapor dan nilai ujian ahirpun baik sekali.
Mereka ini pada umumnya mempunyai intelegensi tinggi. Tetapi sebaliknya murid yang mempunyai intelegensi tinggi belum tentu merupakan murid cepat belajar. Banyak murid yang mempunyai integensi tinggi akan tetapi prestasi belajarnya rendah, mereka ini disebut “under ecieiver”. Kemungkinan rendahnya prestasi yang dicapai disebabkan kurang memiliki motivasi, kurang waktu belajar dan sebagainya, karena kapasitasnya tidak dimanfaatkan dengan sempurna. Adakalanya murid cepat belajar dalam menguasai mata pelajaran tertentu. Misalnya: seorang murid cepat memelajari seni lukis sehingga hasilnya baik sekali, begitu juga murid yang lain cepat mmpelajari seni lukis sehingga hasilnya baik sekali, tetapi murid tersebut sangat lambat menguasai mata pelajaran yang alain sehingga prestasinya rendah, sehingga prestasi rata-rata hasil belajarnya secara keseluruhan rendah. Murid yang demikian memilki bakat sehingga tidak sepenuhnya dapat digolongkan sebagai murid cepat belajar.
Murid yang cepat belajar dapat diidentifikasi dengan anak “gifted”seperti yang dikemukakan oleh Nelson B. Hendry dalam bulunya yang berjudul “The Educational Of Exeptional Children”. Dia adalah anak yang intelegensinya baik dengan prestasi akademis dan catatan-catatan sekolah lainnya baik pula (Heriyanto dan Triyono, Tanpa Tahun). Misalnya: kerajinan, sikap, kelakuan, kebersihan dan kesehatan baik menurut pendapat para guru, sedang usianya tidak terlalu banyak berbeda dengan teman-temannya. Secara umum dapat disimpulkan bahwa murid cepat belajar adalah:
a.         Murid yang pada umunya memiliki intelegensi tinggi.
b.        Murid yang cepat sekali menerima, menguasai dan memahami serta memproduksi pelajaran yang diterimanya.
c.         Murid yang ranking hasil rata-rata prestasi akademisnya tinggi.
d.        Murid yang sikap, kerajinan, kebersihan, dan kesehatannya baik.


2.      Perbedaan antara Murid Cepat Belajar dengan Murid Biasa (Normal)
Sikap dan murid cepat belajar yang dikemukakan ini di identifikasikan dari sikap dan sifat murid “gified”. Apakah sifat-sifat dari murid cepat belajar berbeda jauh dengn murid-murid lainnya, hal itu akan dapat dinilai oleh konselor. Sikap dan sifat-sifat itu dapat dilihat:
a.       Sebelum bersekolah:
1.      Murid cepat belajar, ketika belajar berjalan lebih awal daripada anak average(rata-rata).
2.      Perkembangan bicaranya dimulai lebih awal dan berkembang lebih cepat.
3.      Paling tidak 50% dari murid cepat belajar dapat membaca sebelum masuk sekolah.
b.      Setelah masuk sekolah:
1.      Murid cepat belajar rajin sekolah, karena haus akan ilmi pengetahuan
2.      Murid cepat belajar senang mengikuti aktifitas-aktifitas ekstrakulikuler
3.      Jika ia diberi kesempatan memilih mata pelajaran, akan lebih senang memilih mata pelajaran yang berat-berat
4.      Kemampuan mentalnya yang superior ditunjukkan pada kecakapannya dalam membaca, mampu menarik generalisasi, mengenal hubungan-hubungan, mengkomprehensifkan pengertian dan mampu berpikir logis
5.      Fisiknya dapat tumbuh dan berkembang dengan baik
6.      Kurang sabar dengan prosedur-prosedur rutin, memerlukan metode belajar yang efisien tetapi mampu kerja dengan baik
7.      Kecakapan dalam berbagai hal ditunjukkan dari berbagai minat, lebih aktif dan rasa ingin tahu hal-hal baru lebih besar. Ia memiliki pemikiran yang luas dan kemampuan mengkritik diri sendiri
8.      Murid cepat belajar memiliki sikap sosial berada di atas murid rata-rata. Ia mengambil bagian lebih banyak dalam aktifitas-aktifitas sosial dan sukses dalam aktifitas tersebut.
9.      Murid cepat belajar umumnya jujur, suka menolong dan murah hati. Tetapi jika tidak dididik dalam moral akan menjadi seorang yang terancam sosialnya.
10.  Murid cepat belajar cenderung tidak mempunyai gangguan-gangguan nervous(gagap)
3.      Kemungkinan sebab-sebab timbulnya masalah murid cepat belajar
Murid yang cepat belajar seolah-olah tidak mungkin menghadapai hambatan dalam hidupnya dan sering guru memiliki pandangan yang salah terhadap murid cepat belajar. Dalam arti sering diabaikan dan dianggap sudah dapat memecahkan masalah yang dihadapinya. Padahal dalam kenyataannya murid cepat belajar sering menghadapi hambatan-hambatan yang sulit dipecahkan sendiri tanpa bantuan orang lain. Hambatan tersebut bersumber dari berbagai hal tetapi pada pokoknya adalah :
a.       Kurang pengertian guru kepada murid cepat belajar sehingga pendidik ragu-ragu untuk berbuat sesuatu kepadanya .
b.      Perhatian pendidik pada umumnya ditujukan pada murid rata-rata atau pada murid terbelakang.
c.       pendidik beranggapan bahwa murid cepat belajar bisa menjaga,memelihara dan mengembangkan dirinya sendiri tanpa bantuan orang lain.
Disamping itu,hal yang merupakan masalah bagi murid cepat belajar juga terletak pada lingkungan keluarga,masyarakat dan teman sepermainan. 
4.      Kemungkinan masalah murid cepat belajar
           Kurangnya pengetahuan pendidik pada umumnya,seperti tersebut diatas mungkin dapat menimbulkan masalah-masalah sebagai berikut :
a.    Masalah pendidikan dan jabatan:dalam hal ini kemungkinan murid akan :
1)      Terlalu memforsir diri
2)      Terlalu mementingkan intelek
3)      Sulit menyesuaikan cita-cita oarang tua dengan minat
4)      Bingung mengisi waktu luang
b.   Masalah pengyesuaian sosial:dalam bidang ini murid mengalami berbagai kemungkinan yaitu:
1)      Tidak disenangi teman
2)      Tertekan oleh tuntutan orang tua
3)      Kurang disenangi atau disisihkan saudara-saudaranya
c.    Masalah emosional:dalam hal ini murid memiliki kecenderungan karena:
1)      Merasa sendiri
2)      Merasa cemas
d.   Masalah ekonomi : dalam bidang ekonomi kemungkinan murid akan mengalami masalah dalam
1)      Mengatur uang jajan
2)      Kurang biaya
3)      Terlalu banyak tuntutan dalam hal peralatan perlengkapan

5. Kemungkinan-Kemungkinan Reaksi Negatif Dari Murid Cepat belajar
Dengan Adanya Masalah-Masalah yang dihadapi Murid cepat belajar seperti yang dijelaskan terdahulu,akan Merangsang anak untuk membuat reaksi-reaksi penyesuain yang mungkin merugikan dirinya maupun Lingkungannya .Reaksi-reaksi itu adalah :
a)         Pura-Pura Bodoh
Guru sering menghadapi murid yang cepat belajar dan mengeksploitasinnya.misalnya disuruh mengembalikan buku,menghapus papan tulis dan membantu teman yang lain.Bagi murid yang lain tindakan guru seperti itu merupakan hal yang luar biasa,tetapi bagi murid cepat belajar hal itu dianggap diperalat atau diperbudak,sehingga ia berbuat seolah-olah bodoh.Tindakan itu dilakukan karena merasa takut diisolir teman-temanna,sehingga mengadakan identifikasi diri dengan teman-teman yang lain.
b)      Pelarian Diri
Murid cepat belajar dalam hal kapasitas mental memang berbeda dengan murid rata-rata,meskipun dalam hal-hal lain mempunyai kebutuhan yang sama,ia harus tumbuh selaras antara fisik,social,mental,intlektual dan emosional,oleh karena itu ia harus diberi kesempatan untuk berkembang.Jika ia diabaikan karena kurang pengertian dan perhatian guru tertuju pada murid lain,atau teman-temannya yang tidak menyukai,maka sebagai pelarian dia akan ‘’Melarikan diri’’.Ia mengundurkan diri dari kelompoknya,dan berusaha memperoleh Self respect  dengan menyendiri. Akibatnya Ia berkembang menjadi murid yang bertipe : ‘’Introvert’’
c)      Minta Perhatian
Pada umumnya murid cepat belajar telah mampu membaca sebelum masuk sekolah. Fisik,intlektual,social,dan emosionalnya telah matang untuk bersekolah.Oleh karena itu disekolah ia cepat menyesuaikan diri . kekayaan bahasa dan penguasanan konsep telah menyebabkan ia selalu berhasil,dalam segala tugas paling cepat selesai sehingga murid yang lain dengan maksud untuk mendapatkan perhatian.Akibatnya situasi kelas dan jalannya proses belajar mengajar terganggu.
6.    Cara Membimbing siswa cepat Belajar
            Untuk memberikan layanan bimbingan secara tepat, maka perlu bagi guru/konselor mengetahui latar belakang pribadi kehidupan dimasa lampau, sekarang dan harapannya pada masa yang akan datang. Untuk mendapatkan data yang representatif,seorang guru/konselor harus menggunakan metode dan teknik yang tepat baik melalui teknik testing maupun nontesting. Untuk mengatasi masalah yang dihadapi siswa cepat belajar, maka guru/konselor harus mengadakan usaha-usaha penyaluran,pengadaptasian dan penyesuaian. Cara-cara yang dilakukan untuk mengatasi masalah yang dihadapi masing-masing siswa cepat belajar adalah :
a.    Pelayanan bimbingan pendidikan
1)      Usaha penyaluran;menyalurkan kemampuan siswa dan cepat belajar dan mengisi kelebihan waktu dikelas digunakan sistem pengajaran modul dan pengelompokan mata pelajaran mayor dan pilihan:
a).  Sistem pengajaran modul
sistem pengajaran modul sangat sesuai bagi siswa cepat belajar, karena mereka mampu belajar sendiri dengan baik tanpa pengawasan, mempunyai minat yang besar, sangat aktif dan selalu haus akan hal-hal yang baru, mampu mengkeritik diri sendiri, kaya perbendaharaan bahasa sehingga mampu memahami apa yang dibaca dengan cepat.
b). Menyediakan mata pelajaran pilihan
     Dalam kurikulum sekolah pembangunan ada mata pelajaran pilihan dan mayor. Mata pelajaran mayor adalah mata pelajaran yang harus diikuti semua murid, sedangkan mata pelajaran pilihan diambil oleh murid yang berminat pada mata pelajaran itu. Dengan adanya mata pelajaran tersebut maka waktu yang luang dari murid cepat belajar dapat disalurkan.

2)      Sistem pengadaptasian konselor berusaha memberikan informasi dan tafsiran dan informasi tentang sifat-sifat dan kebiasaan, kemampuan dan kebutuhan murid cepat belajar kepada guru, agar guru dapat memilih metode mengajar yang sesuai dengan sifat-sifat, kebiasaan, kemampuan dan kebutuhan murid tersebut.
a)      Pengajaran individual (individual instruction)
Murid cepat belajar mempunyai sifat-sifat kemampuan belajar secara individual.
b)      Belajar sendiri
Murid cepat belajar semakin terangsang cara belajar sendiri. Kehausan akan ilmu pengetahuan cepat terpenuhi dalamkesempatan ini.
c)      Prosedur sosial dalam pengajaran
Menggiatkan murid cepat belajar untuk membentuk belajar kelompok. Jadi aktifitas konselor dalam usaha pengadaptasian:
(1)   Menyampaikan sifat-sifat minat, kemampuan, kebutuhan dan masalah murid cepat belajar kepada guru.
(2)   Memberi saran penggunaan metode mengajar yang efisien.
(3)   Menyampaikan sikap dan tingkah murid tersebut kepada orang tuanya, dengan maksud agar cara-cara dan tingkah lakunya dirumah dapat berubah, pemanjaan harus dikurangi.


3)      Usaha penyesuaian:
a).  Meningkatkan motivasi belajar
b). Menghilangkan kecemasan dan kekawatirannya jika tidak dapat melanjutkan studinya
c). Menyadarkan bahwa semua mata pelajaran itu penting, kelalaian salah satu berarti akan menurunkan prestasi keseluruhan.
d). Memperbaiki sikap dan kebiasaan buruknya dikelas
e). Case Conference, yaitu membicarakan bersama-sama guru tentang tingkah laku murid cepat belajar yang berkebiasaan buruk.
        Dengan cara ini murid kana memperoleh feed back dari guru-guru tentang tingkah laku bagaimana yang dikehendaki kehendaki kelas.

b.        Pelayanan bimbingan sosial
1)      Usaha penyaluran adalah:
a)      Murid yang apatis
(1) Menempatkan dalam kelompok penyelesaian modul
(2) Mengaktifkan dalam kelompok belajar dirumah
(3) Mengikuti kelompok diskusi, kelompok wisata belajar
(4) Mengikutkan ke dalam permukaan, camping, dan lainnya
b)      Untuk murid yang dinamis
Masalah sosial untuk murid sebenarnya berhubungan erat dengan kedisiplinan mengikuti pelajaran. Karena itu layanan secara khusus dalam bimbingan sosial tidak perlu dikemukakan secara eksplisit. Untuk memenuhi maksud-maksud memperbaiki sosialnya telah dipenuhi dengan layanan bimbingan pendidikan terhadapnya.




c.          Pelayanan bimbingan ekonomi
1)      Masalah sosial ekonomi untuk murid yang penghasilan orang tuanya rendah. Masalah ini menyuebabkan motivasi belajar murid menurun, timbul rasa cemas, takut tidak dapat melanjutkann studisehingga menjadi “minder”.
a)      Usaha penyarluran
Membantu menemukan jalan bagaimana murid dapat memperoleh pekerjaan sembilan, begitu juga orang tuanya.
b)      Usaha pengaturannya
Memberikan saran agar kepala sekolah (kini) dan perguruan tinggi (nanti) dapat memberikan beasiswa. Setidak-tidaknya pembebabsan uang sekolah, pemberian buku dan alat-alat pelajaran.
c)      Usaha penyesuaian
(1)   Memberikan informasi dan orientasi kepada yayasan-yayasan, badan yang dapat memberikan beasiswa beserta cara bagi yang mendapatkan.
(2)   Counseling, untuk memperkuat ketahan mental dalam menghadapi kesulitan-kesulitan ekonomi.
2)      Masalah sosial ekonomi untuk murid yang mempunyai kecenderungan banyak mengeluarkan uang untuk biaya sekolah.
a)      Usaha penyalurannya
Mengatifkan murid untuk menabung dari kelebihan uang saku.
b)      Usaha pengaturannya
Memberikan saran kepada orang tua agar jangan terlalu memanjakan anak terutama dengan uang berlebihan.
c)      Usaha penyesuaian
Penyuluhan untuk menanamkan cara hidup sederhana dan arti uang bagi kelanjutan studi nanti.

d.        Pelayanan bimbingan emosi
Dari masalah eonomi tersebut maka murid yang penghasilan orang tuanya rendah nampak lebih serius problem emosionalnya, sedang untuk murid yang orang tuanya mempunyai penghasilan cukup lebih berkurang emosionalnya.



Soal piliha ganda
1.      Disebut murid yang mempunyai intelegensi tinggi akan tetapi prestasi belajarnya rendah?
a.       Under Ecieiver                                         
b.      Under Eceiver                                                      
c.       Nervous
d.      Introvert
e.       Self respect
2.      Pebedaan antara murid cepat belajar dengan murid biasa dilihat dari sikap dan sifatnya yaitu sebelum bersekolah dan sesudah masuk sekolah. Manakah sikap dan sifat setelah masuk sekolah ….
a.       murid cepat belajar, ketika belajar berjalan lebih awal daripada anak average(rata-rata).
b.      perkembangan bicaranya dimulai lebih awal dan berkembang lebih cepat
c.       paling tidak 50% dari murid cepat belajar dapat membaca sebelum masuk sekolah
d.      murid cepat belajar  tidak senang mengikuti aktifitas-aktifitas ekstrakulikuler
e.       Jika ia diberi kesempatan memilih mata pelajaran, akan lebih senang memilih mata pelajaran yang berat-berat
3.      Dalam kemungkinan sebab-sebab timbulnya masalah murid cepat belajar terdapat hambatan-hambatan yang sulit dipecahakan , kecuali …….
a.       pendidik beranggapan bahwa murid cepat belajar bisa menjaga,memelihara dan mengembangkan dirinya sendiri tanpa bantuan orang lain.
b.      Perhatian pendidik pada umumnya ditujukan pada murid rata-rata atau pada murid terbelakang
c.       Kurang pengertian guru kepada murid cepat belajar sehingga pendidik ragu-ragu untuk berbuat sesuatu kepadanya
d.      Sangat perhatian guru terhadap murid yang cepat belajar sehingga peserta didik bersemangat dalam pembelajaran.
4.      Dengan Adanya Masalah-Masalah yang dihadapi Murid cepat belajar seperti yang dijelaskan terdahulu,akan Merangsang anak untuk membuat reaksi-reaksi penyesuain yang mungkin merugikan dirinya maupun Lingkungannya .Reaksi-reaksi itu antara lain,kecuali…..
a.       Tidak meminta perhatian
b.      Pelarian Diri
c.       Minta Perhatian
d.      Pura-Pura Bodoh
5.      Cara-cara yang dilakukan untuk mengatasi masalah yang dihadapi masing-masing murid cepat belaja yaitu,kecuali …..
a.       Pelayanan bimbingan bukan pendidikan.
b.      Pelayanan bimbingan sosial.
c.       Pelayanan bimbingan ekonomi.
d.      Pelayanan bimbingan pendidikan.
Soal esay
1.      Mengapa dalam kasus masalah murid cepat belajar sering diabaikan?bagaimana solusinya menurut anda!
2.      Secara umun Apa sajakah yang menandai bahwa siswa tersebut dikatakan siswa cepat belajar? jelaskan
3.      Menurut Nelson B.Hendry bagaimanakah murid yang cepat belajar itu?
4.      Dalam mambimbing murid yang cepat belajar terdapat cara-cara untuk mengatasi masalah yang dihadapi  oleh murid cepat belajar tersebut . apa sajakah itu? Sebut dan jelaskan salah satu saja  ! 
5.      Mengenai kemungkinan-kemungkinan reaksi negatif dari siswa cepat belajar terdapat tiga reaksi. Sebutkan dan jelaskan salah satunya .














Kunci jawaban pilihan ganda
1.      A
2.      E
3.      E
4.      A
5.      D

Kunci jawaban esay
1.      Solusinya , bagi pendidki baik baik bagi murid yang cepat belajar atau lambat belajar harus sama-sama atau imbang dalam memberikan perhatiannya
2.      a.    Murid yang pada umumnya memiliki intelegensi tinggi,
b.      murid yang cepat sekali menerima,menguasai dan memahami serta meproduksi pelajaran yang diterimanya,
c.       murid yang ranking hasil rata-rata akademiknya tinggi
d.      murid yang sikap,kerajinan, kebersihan dan kesehatan baik
3.      dia adalah anak yang intelegensinya baik dengan prestasi akademis dan catatan sekolah lainnya baik pula.
4.      a.    pelayanan bimbingan pendidikan,
b.      pelayan bimbingan sosial
c.       pelayanan bimbingan ekonomi
d.      pelayanan bimbingan emosi
5.      a.    pura-pura bodoh,
b.       pelarian diri,
c.        minta perhatian











DAFTAR REFERENSI
Mulyadi, diagnose kesulitan belajar . Jakarta : Rineka Cipta, 2010.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar